Jam Tambahan : Multimedia,Hiperlink, Form html, CSS dan JAVASCRIPT

1. Menyisipkan Gambar

      <img src="gambar.jpg" width=500 height=500>

2. Audio

        <audio controls>
<source src="d:\html5-data\media\jangan menyerah.mp3"
type="audio/mpeg ">
</audio>

3. Video

        <video width="320" height="240" controls>
<source src="d:\html5-data\media\sabyan.mp4" type="video/mp4">
  </video>

contoh :
Folder / penyimpanan Media


Script / coding
Hasil
 
4. Membuat Formulir



5. Hyperlink HTML

<a href="media.html"> Multimedia </a>


CSS



CSS = Cascading Style Sheet
Fungsi : mendefenisikan style untuk suatu teks dengan jenis huruf, ukuran , warna tertentu.


MEMBUAT CSS

qCARA PERTAMA :
  mengetikkan langsung dalam tag html sebagai atribut .
<body>

<b style = “color : blue”> teks tebal dan biru </b>
</body>

qCARA KEDUA :
Menggunakan tag style  di dalam tag head.
<head>
       <style type=“text/css”>
              ……… style definitions ………
       </style>
</head>

Style definitions : adalah defenisi style yang ingin dibuat.
Format penulisannya adalah :
Selector { property1 : value1 ;
property2 : value2;….
propertyN : valueN ; }

Selector  adalah tag yang digunakan web browser.
Property : value adalah efek dari style yang diinginkan untuk selector.

qCARA KETIGA :
Menyimpan informasi style ke dalam sebuah file dengan ekstensi/type file  css
Memanggil file css dalam html dengan tag link yang diletakkan dalam tag head.
<head>

<link rel=“stylesheet” type=“text/csshref=“namafile.css”/>
</head>


Contoh :
<style type=“text/css” >
        hr { color : red ; height : 5px ; width : 50%; }
</style>
Keterangan :
Tag          adalah   style
Atribut      adalah   type=“text/css
Selector   adalah   hr
Property   adalah   color, height, width
Value        adalah   red, 5px, 50%

ID SELECTOR dan CLASS
ID selector didefenisikan sendiri

ID selector diawali tanda # ( octothorpe)
CLASS diawali dengan tanda titik ( . )



JAVA SCRIPT

Javascript adalah bahasa pemrograman yang digunakan untuk HTML dan WEB, untuk Server, PC, Laptop, tablet dan lebih banyak lagi. Kode pemrograman javascript dapat disisipkan kedalam halaman HTML.

Bagaimana Menulis Javascript ?

Ada dua jenis bagaimana javascript dibuat, pertama javascript ditulis dalam file yang terpisah dengan HTML, kedua javascript ditulis dalam HTML. Javascript yang ditulis diluar HTML disebut Eksternal Javascript dengan ektensi file .js. Dalam HTML, penulisan script diawali dengan <script> … </script>.










STRUKTUR DATA MENGGUNAKAN C++

 STRUKTUR DATA MENGGUNAKAN C++ 
2 DASAR PEMROGRAMAN C++Bahasa C++ adalah bahasa yang menggunakan kompiler untuk translator dari kode program menjadi bahasa mesin.Bahasa C++ mempunyai bentuk umum program seperti berikut:// Nama program// Komentar lain#include<header>main() {deklarasi variabel;deklarasi konstanta;perintah-perintah;}
3 Keterangan baris program:
Baris yang diawali dengan double slash(//) merupakan baris komentar dan tidak akan dieksekusi. Baris ini berguna untuk memberi judul ,catatan, atau keterangan pada program.#include<header.h>Program yang dibuat menggunakan file header yang berisi prototype fungsi yang nantinya akan digunakan dalam program. Baris ini digunakan untuk mengarahkan kompiler tentang file header yang digunakan.main() { }Baris ini merupakan awal dari eksekusi program dan merupakan program utama yang harus dimiliki oleh program dalam bahasa C++.Dalam program utama dapat berisi deklarasi variabel,konstanta, serta perintah-perintah program. Setiap baris deklarasi maupun perintah harus diakhiri tanda( ; ).
4 Operasi Input dan Output
PROSESScanfGetchGetchecinPrintfPutsPutcharcout
5 Fungsi Input Fungsi Output
Merupakan fungsi yang digunakan untu memasukkan berbagai jenis data dari keyboard terformat dengan menggunakan format spesification.Contoh Fungsi Input: scanf, cin, getchFungsi OutputMerupakan fungsi yang digunakan untuk menampilkan berbagai jenis data yang dapat diformat karena fungsi ini dapat menggunakan kode-kode format, yaitu karakter-karakter konversi.Contoh fungsi output: printf, cout, puts, putchar.Bentuk umum penulisan:- printf (“string kontrol”, argumen1, argumen2, … );string kontrol dapat berupa keterangan beserta penentu format(%d, %f, %c, dan lain-lain)- cout << argumen;argumen adalah data yang akan ditampilkan. Dapat berupavariabel, konstanta, maupung ungkapan.
6 Contoh dalam bahasa C++ menggunakan printf & scanf
#include <stdio.h>#include <conio.h>int main(){int x;/*Menampilkan teks untuk informasi*/printf("Masukkan sebuah bilangan bulat : ");/*Membaca nilai dari keyboard ke dalam var.x */scanf("%d",&x);/*Menampilkan nilai yang telah dimasukkan */printf("Bilangan yang talah dimasukkan = %d",x);getch();}
7 Contoh dalam bahasa C++ menggunakan cin & cout
#include <iostream.h>#include <conio.h>int main(){int x;/*Menampilkan teks untuk informasi*/cout<<"Masukkan sebuah bilangan bulat = ";/*Membaca nilai dari keyboard ke dalam var.x */cin>>x;/*Menampilkan nilai yang telah dimasukkan */cout<<"Bilangan yang talah dimasukkan "<<x;getch();}
8 PERINTAH PERCABANGAN Instruksi if
Perintah if digunakan untuk mewujudkan percabangan bersyarat.If tunggalSyntax: if (syarat) pernyataan;If dengan elsepernyataan if-else dipakai untuk memilih alternatif eksekusi dari dua blok pernyataan. Berikut format percabangan if-else :if (syarat)pernyataan;elseInstruksi if dengan pilihan if lainnyasyntax:if (syarat1)pernyataan1;else if (syarat2)pernyataan2;else pernyataan_n; }
9 Instruksi if di dalam instruksi if Syntax: pernyataan1; if (syarat2)
10 Contoh1:#include <stdio.h>#include <conio.h>main() {int nilai;printf (“Masukkan nilai anda {0 s/d 100} = “);scanf (“%d”, &nilai);if (nilai >= 80)printf (“Nilai anda adalah = A \n”);else if (nilai >= 60)printf (“Nilai anda adalah = B \n”);else if (nilai >= 40)printf (“Nilai anda adalah = C \n”);else if (nilai >= 20)printf (“Nilai anda adalah = D \n”);else printf (“Nilai anda adalah =E \n”);getch();}

11 Contoh2: #include <conio.h> main() { int huruf;
#include <stdio.h>#include <conio.h>main() {int huruf;printf (“”Masukkan nilai huruf = “);scanf (“%c”, &huruf);if (huruf == ‘A’ || huruf == ‘a’)printf (“Nilai angka adalah = 4 \n”);else if (huruf == ‘B’ || huruf == ‘b’)printf (“Nilai angka adalah = 3 \n”);else if (huruf == ‘C’ || huruf == ‘c’)printf (“Nilai angka adalah = 2 \n”);else if (huruf == ‘D’ || huruf == ‘d’)printf (“Nilai angka adalah = 1 \n”);else if (huruf == ‘E’ || huruf == ‘e’)printf (“Nilai angka adalah = 0 \n”);elseprintf (“Nilai anda tidak dikenal!!”);getch();}

Latihan Soal USK


Sebutkan bahaya yang timbul akibat tidak mengindahkan dan mematuhi SOP yang ada!
Apabila terjadi kesalahan prosedure praktikum di laboratorium komputer, bagaimana cara penanganannya? (misal: tersetrum arus listrik PLN)
Apa kegunaan stuktur data?
Sebutkan macam-macam struktur data berdasarkan jenisnya!
Sebutkan komponen dasar user interface!
Sebutkan macam-macam platform tool pemrograman yang anda ketahui
Apa sajakah tool-tool pemrograman apabila menginstall NetBeans?
Apa yang anda ketahui tentang tipe data dan sebutkan!
Tuliskan cript program java perulangan menggunakan while!
Tuliskan contoh script pemrograman java method prosedure!
Tuliskan cara membuat Array di Java!
Buatlah alur pemrograman dengan algoritma menghitung luas segitiga!
Contohkan alur pemrograman dari awal sampai akhir!
Apa yang dimaksud algoritma shorting?
Apa yang dimaksud algoritma searching?
Bagaimana struktur penuilisan deklarasi prosedure?
Bagaimana cara membuat fungsi di Java?

Koneksi Basis Data MYSQL dengan PHP

Langkah :

1. Membuat server mysql

- nyalakan server xampp : apache dan mysql
- RUN : cmd
- ikuti langkah dibawah ini:





2.  Cara Membuat DataBase MYSQL

Create Database [nama database]

contoh :


3.  Buat Table di dalam database


4. Input Data Di table siswa


5. Buat Program PHP : Koneksi.php


6. Laporan Siswa





Input Data PHP menggunakan Variable


Mengenal Metode Pengiriman Variabel di PHP
Variabel dalam konteks pemrograman merupakan suatu alokasi penyimpanan data (value) sementara di memori. Dalam PHP, variabel memiliki karakteristik khusus jika dibandingkan dengan pemrograman lainnya. Variabel di PHP tidak perlu dideklarasikan dan ditentukan tipe datanya sebelum digunakan. Variabel bisa langsung diisi dimana dibutuhkan. Tipe data variabel akan mengikuti sesuai dengan isi variabel tersebut. Penulisan nama variabel di PHP harus diawali dengan tanda $ dan mengikuti aturan penamanaan variabel (identifier) yang benar.
PHP merupakan pemrograman berbasis web. PHP banyak digunakan untuk membuat aplikasi berbasis web seperti website, dimana setiap aplikasi dapat terdiri dari beberapa halaman yang saling terhubung. Dan memang seperti itulah karakteristik dasar dari web, keterhubungan antara satu halaman dengan halaman yang lain. Kondisi tersebut membuat PHP perlu menyediakan suatu metode pengiriman variabel antar halaman, karena seringkali suatu variabel diperlukan di beberapa halaman sekaligus.
Tutorial ini berusaha mengupas mengenai 4 (empat) metode pengiriman variabel antar halaman di PHP. Keempat metode tersebut yaitu metode POST, GET, SESSION dan COOKIES. Beberapa contoh program sederhana terkait dengan keempat metode tersebut juga akan diberikan agar dapat memberi gambaran yang lebih jelas.
Metode POST
Metode pengiriman variabel dengan POST pada dasarnya digunakan dalam pengiriman variabel yang berasal dari sebuah form (inputan). Melalui atribut action yang terdapat dalam tag <form> kita dapat mengatur dimana data inputan akan diproses. Misalnya ditentukan bahwa form akan diproses di halaman “proses.php” maka seluruh data inputan dapat diambil dan diproses di halaman “proses.php” tersebut. Cara pengambilan data dapat menggunakan variabel array $_POST dengan index berupa nama inputan yang akan diambil.
Contoh berikut ini saya ambil dari buku gratis “Pemrograman Web dengan PHP dan MySQL” yang bisa didownload di situs Achmatim.Net.
Program 1 (Nama File : input02.php, Program menampilkan form inputan dengan method POST)
https://achmatim.net/wp-content/plugins/wp-synhighlight/themes/default/images/code.png https://achmatim.net/wp-content/plugins/wp-synhighlight/themes/default/images/printer.png https://achmatim.net/wp-content/plugins/wp-synhighlight/themes/default/images/info.gif 
1. <html>
2.     <head><title>Pengolahan Form</title></head>
3.     <body>
4.          <FORM ACTION="proses02.php" METHOD="POST" NAME="input">
5.                Nama Anda : <input type="text" name="nama"><br>
6.                <input type="submit" name="Input" value="Input">
7.          </FORM>
8.     </body>
9. </html>
Program 2 (Nama File : proses02.php, Program penanganan form inputan untuk Program 1)
https://achmatim.net/wp-content/plugins/wp-synhighlight/themes/default/images/code.png https://achmatim.net/wp-content/plugins/wp-synhighlight/themes/default/images/printer.png https://achmatim.net/wp-content/plugins/wp-synhighlight/themes/default/images/info.gif 
1.        <?php
2.        if (isset($_POST['Input'])) {
3.            $nama = $_POST['nama'];
4.            echo "Nama Anda : <b>$nama</b>";
5.        }
6.        ?>



Metode GET
Pada metode pengiriman variabel antar halaman menggunakan GET, data dapat dikirimkan melalui 2 (dua) cara yaitu melalui form inputan dan melalui parameter URL. Jika dikirimkan melalui form inputan, maka variabel yang akan dikirimkan diwujudkan dalam bentuk inputan (text, checkbox, radio, textarea dsb). Namun jika dikirimkan melalui parameter URL, maka variabel yang dikirimkan beserta value (nilai)nya diletakkan di alamat URL. Alamat URL sendiri dapat diwujudkan dalam bentuk link dan jika diklik maka URL akan ditampilkan di address bar browser. Parameter URL yang dikirimkan juga akan terlihat di address bar. Oleh karena itu, metode ini kurang cocok untuk pengiriman data yang sifatnya rahasia, seperti dalam proses login.
Program 3 (Nama File : input03.php, Program menampilkan form inputan dengan method GET)
https://achmatim.net/wp-content/plugins/wp-synhighlight/themes/default/images/code.png https://achmatim.net/wp-content/plugins/wp-synhighlight/themes/default/images/printer.png https://achmatim.net/wp-content/plugins/wp-synhighlight/themes/default/images/info.gif 
1. <html>
2.     <head><title>Pengolahan Form</title></head>
3.     <body>
4.          <FORM ACTION="proses03.php" METHOD="GET" NAME="input">
5.                Nama Anda : <input type="text" name="nama"><br>
6.                <input type="submit" name="Input" value="Input">
7.          </FORM>
8.     </body>
9. </html>






Program 4 (Nama File : proses03.php, Program penanganan form inputan untuk Program 3)
https://achmatim.net/wp-content/plugins/wp-synhighlight/themes/default/images/code.png https://achmatim.net/wp-content/plugins/wp-synhighlight/themes/default/images/printer.png https://achmatim.net/wp-content/plugins/wp-synhighlight/themes/default/images/info.gif 
1.        <?php
2.        if (isset($_GET['Input'])) {
3.            $nama = $_GET['nama'];
4.            echo "Nama Anda : <b>$nama</b>";
5.        }
6.        ?>
Penjelasan Program 3 dan 4
Program 3 dan program 4 pada prinsipnya sama dengan program 1 dan 2. Hasilnya pun sama. Akan tetapi, pada program 1 dan 2, penanganan form menggunakan method POST, sedang pada program 3 dan 4, penangan form dilakukan dengan method GET. Perhatikan bahwa pada metode penanganan form menggunakan GET, data inputan akan dikirimkan melalui parameter di URL. Terlihat pada gambar 4, nilai inputan ditampilkan di parameter URL.